Jambu mede dibudidayakan untuk dimanfaatkan buah geluknya (nuts). Secara botani buah geluk itulah buahnya, sedangkan buahnya yang berdaging itu adalah tangkai buah yang membengkak dan berdaging. Inti bijinya dapat diekstrak dengan cara mengupas buah geluk yang dipanaskan. Di sentra produksinya jambu mede ini berfungsi sebagai makanan. Di mana-mana jambu mede merupakan makanan yang lezat. Buah geluknya berisi minyak yang berkualitas tinggi; bungkil yang tertinggal setelah proses ekstraksi digunakan sebagai pakan.


Di Brazil, Mozambik, dan Indonesia, jambu mede juga penting; bijinya dimakan segar atau dicampur dalam rujak buah, serta semacam minuman dibuat dari sari buahnya. Anggur jambu mede (sari buah yang agak terfermentasi) dinikmati pada masa panen dan dapat didestilasi untuk dijadikan minuman berkandungan alkohol tinggi. Hasil sampingannya berupa kulit biji dan cangkangnya. Kulit bijinya digunakan sebagai pakan unggas. Suatu macam minyak yang disebut cairan cangkang buah jambu mede (CNSL = cashew nut shell liquid) berasal dari sel-sel yang besar-besar pada perikarpnya; minyak ini dapat dipakai dalam industri dan digunakan sebagai bahan pengawet, misalnya untuk mengawetkan peralatan kayu dan jala penangkap ikan. Ampas cangkangnya seringkali digunakan sebagai bahan bakar di pabrik ekstraksi CNSL. 

Kayu jambu mede digunakan untuk kayu bakar atau untuk kayu perkakas berkualitas rendah. Kulit batangnya mengandung tanin. Pohon yang dilukai akan mengeluarkan semacam gom yang dapat digunakan untuk perekat (untuk kayu kusen, kayu lapis, penjilidan buku), mungkin kurang-lebih disebabkan oleh adanya sifat insektisida. Daun dan pucuk muda dimakan mentah atau direbus. Semua bagian pohonnya juga dapat dimanfaatkan dalam ramuan obat tradisional, terutama untuk menyembuhkan sakit kulit, sebagai pembersih mulut dan sebagai pencahar (purgatives). 

Kandungan Buah geluk jambu mede mentah berisi biji dan kulit biji yang tipis sekali, kedua bagian ini berturut-turut sebanyak 20-30% dan 23% dari berat biji kator; 70-75% sisanya adalah cangkangnya. Berat buah geluk mentah 4-8 g, tetapi kadang-kadang mencapai 15 g. Bijinya berisi 21% protein dan 35-45% minyak. Minyaknya rnengandung 60-74% asam oleat dan 20-28% asam linoleat. CNSL-nya berisi 90% asarn anakardat (anacardic acid) dan 10% -kardol (cardyl). Beberapa penduduk alergi terhadap kardol ini; CNSL-nya hendaknya tidak mengotori inti biji pada saat pemrosesan! Sari buah-semu jambu mede banyak mengandung riboflavin (vitamin B2), asam askorbat (vit. C), dan kalsium. 

Pohon jambu mede selalu hijau, tingginya mencapai ukuran 12 m, memiliki tajuk yang berbentuk kubah melebar. Perdaunannya mernbentuk kanopi pinggiran yang tipis, dipenuhi oleh perbungaan yang mencuat keluar. Akar tunggangnya lebih dari 3 m dalamnya, dan tetap langgeng; akar lateralnya memencar sampai di batas proyeksi tajuknya, dengan akar-akar penyerap hara menancap sedalam 6 m. Batangnya bercabang-cabang dengan batang bebas cabang setinggi 0,5-1,5 m. Daundaunnya berselang-seling, bundar telur sungsang sampai bundar telur sungsang-jorong, ukurannya mencapai 20 cm x 15 cm, menjangat, jika masih muda berwarna merah kecoklatan, kemudian men)adi hijau tua berkilap, tak berbulu, dengan tulang utama dan tulang daun yang menanjol; tangkai daunnya 1-2 cm panjangnya, membengkak di pangkalnya, memipih di permukaan atasnya. 

Perbungaannya mengendur di ujung, menggantung, berbentuk malai berbunga banyak, panjang perbungaan itu mencapai 25 cm, berisi bunga jantan yang harum dan bunga-bunga herrnafrodit; daun kelopaknya 5 helai, berbentuk lanset sampai bundar telur-jorong, (4-15) mm x (1-2) mm, berbulu balig (pubescent); daun mahkotanya 5 helai juga, berbentuk lanset memanjang, (7-13) mm x (1-1,5) mm; melipat keluar, waktu bunga mekar berwarna keputih-putihan, kemudian berubah menjadi merah-agak merah jambu; benang sarinya 10 helai; bunga jantannya memiliki 7-9 helai benang sari yang panjangnya 4 mm dan 1-3 helai yang panjangnya 6-10 mm; bungabunganya yang hermafrodit biasanya memiliki 9 benang sari pendek dan 1 benang sari panjang; benang sari yang panjang menghasilkan serbuk sari yang fertil; tangkai putiknya sederhana, panjangnya 12 mm, tertancap pada daun mahkota dan tingginya sarna dengan benang sari. 

Buahnya adalah buah geluk yang berbentuk ginjal, kira-kira 3 cm x 1,2 cm, rnemiliki perikarp yang coklat kelabu, rnengandung resin yang dapat mengeras; tangkai buah geluk ini saaigat mernbesar dan membengkak, membentuk bualY semu yang menyerupai buah, bentuknya seperti buah avokad, ukurannya (10-20) cm x (4-8) cm, berkilap, merah sampai kuning, lembut dan berair. Bijinya berbentuk ginjal, berkulit biji berwarna coklat kernerah-rnerahan, memiliki dua keping biji yang besar tetapi embrionya kecii. Inti bijinya, yang tertinggal setelah kulit biji dikupas, itulah yang disebut biji jambu mede dalam perdagangan.